Fakultas farmasi memiliki prospek kerja yang baik. Menjadi lulusan farmasi, kamu bisa menjadi apoteker atau bekerja pada profesi lain di bidang kesehatan dan industri. Jadi tidak mengherankan jika passing grade-nya cukup tinggi. Walau begitu, masih banyak lho yang masuk jurusan ini tanpa mengetahui apa sebenarnya fakultas farmasi ini. Supaya tidak terjadi padamu, yuk cari informasi tentang jurusan yang satu ini.

Tidak melulu soal obat

Apa yang pertama terlintas di pikiranmu saat mendengar fakultas farmasi? Pasti sebagian besar menjawab fakultas yang mempelajari soal obat. Well, jawaban ini tidak sepenuhnya salah. Walau begitu, jawaban bahwa farmasi hanya soal obat-obatan harus diluruskan. Ini karena farmasi tidak melulu soal obat.

Masih banyak produk lain yang bisa diracik dengan dasar ilmu farmasi. Makanan, kosmetik, serta perawatan kulit misalnya. Produk-produk ini menggunakan zat dan senyawa khusus yang mungkin sulit dipahami oleh awam. Nah, mereka yang bergerak di bidang farmasi punya kemampuan untuk menakar apakah zat yang ditambahkan dalam produk sesuai atau tidak saat digunakan nantinya.

Lebih banyak praktik

Kamu mungkin sudah bisa menebak bahwa kegiatan perkuliahan anak farmasi akan dipenuhi praktikum daripada sekedar membahas teori. Ya, sekitar 70% dari kegiatan perkuliahan di fakultas farmasi diisi dengan kegiatan praktik di laboratorium. Praktikum ini dilakukan untuk membiasakan mahasiswa dengan lingkungan kerja farmasi yang memang didominasi oleh kegiatan di dalam laboratorium.

Untuk kegiatan praktikum farmasi sendiri bisa sangat panjang. Satu praktik di laboratorium bisa berdurasi hingga 4 jam. Padahal bisa jadi dalam satu hari mahasiswa farmasi punya jadwal laboratorium lebih dari satu kali. Jadi bisa dipastikan deh, kamu bakal sering pakai jas lab dan keluar masuk laboratorium kalau memilih kuliah di Fakultas Farmasi!

Mata kuliahnya seperti apa, ya?

Nah, untuk mata kuliahnya sendiri seperti apa ya? Untuk Fakultas Farmasi, mata kuliahnya sangat berhubungan erat dengan dunia medis. Kamu juga akan belajar lagi soal Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) seperti fisika dan kimia saat masuk ke farmasi. Selain itu, mahasiswa farmasi juga akan diajak untuk memahami anatomi manusia.

Kebanyakan mata kuliah disampaikan dengan metode praktik supaya mahasiswa bisa langsung memahami cara kerja bidang farmasi. Nantinya kamu juga bisa memilih penjurusan atau konsentrasi sesuai minat. Kamu bisa memilih penjurusan farmasi klinis atau industri. Dari situ kamu bisa memilih profesi yang akan ditekuni di masa depan.

Lulus langsung jadi apoteker?

Salah satu prospek kerja Fakultas Farmasi adalah menjadi apoteker. Namun untuk sekarang kamu tidak bisa langsung menjadi apoteker begitu lulus S1. Saat kamu lulus dan memegang gelar sarjana farmasi (S.Farm.), kamu harus mengambil studi apoteker untuk bisa menjadi apoteker yang diakui (Apt.) dan membuka praktik.

Selain menjadi apoteker, jika kamu memilih berkuliah di Fakultas Farmasi ada juga prospek kerja lainnya. Kamu bisa bekerja di lembaga penelitian milik pemerintah seperti BPOM dan Kemenkes atau swasta. Di samping itu, kamu juga bisa meniti karir sebagai pengembang, konsultan, serta penjamin mutu obat, makanan, dan kosmetik.

Akhir-akhir ini Fakultas Farmasi menjadi salah satu fakultas yang diminati oleh mereka yang ingin melanjutkan kuliah. Ini karena prospek kerjanya dianggap selalu ada dan tak pernah mati. Semoga informasi di atas bisa membantumu untuk lebih mengenal farmasi. Jika ingin kuliah farmasi, kamu bisa mempertimbangkan Fakultas Farmasi UTA ’45 Jakarta yang didukung oleh dosen, tenaga pengajar, dan sistem perkuliahan kompeten serta modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published.